Mengenal Startupedia Dalam Dunia Bisnis



 


          Kamu ingin sukses? Jawabannya pastilah iya. Jika kamu membuka artikel ini, artinya kamu punya ketertarikan untuk menjadi orang sukses. Adapun salah satu cara ditempuh banyak orang untuk mencapai kesuksesan finansial adalah dengan bekerja keras. Entah banyak sebagai karyawan, ataupun merintis bisnis mandiri.

          Bagi orang kreatif, merintis bisnis mandiri adalah tantangan yang menarik. Biasanya ide ini berangkat dari mereka yang cenderung tidak puas dengan hanya menjadi karyawan biasa. Kecenderungan itu bisa dipicu oleh perasaan terpenjara akan batasan-batasan perusahaannya, sehingga mereka memulai memikirkan bagaimana merintis usaha mandiri, yang dapat membebaskan ide-idenya sendiri. Tidak heran jika zaman sekarang, pemikiran untuk menjadi pengusaha jadi tren di masyarakat. Dan salah satu usaha saat ini sedang populer dan cukup menjanjikan di dunia bisnis adalah stratup.


A. Apa itu Startup?

       Startup, istilah yang terdengar asing namun sudah familiar di kalangan pebisnis. Istilah ini memang diserap dari bahasa inggris, yang artinya tindakan atau proses pengaturan suatu (bisnis) yang tengah bergerak. Startup biasanya merujuk pada perusahaan rintisan yang masih berada dalam fase pencarian pasar. Jelas bahwa perusahaan yang dimaksud bukan perusahaan besar, melainkan perusahaan yang masih dalam level fase pengembangan dan penelitian.

Beberapa tokoh mendefinisikan startup sebagai berikut :

  • David McClure :"Startup adalah perusahaan yang belum menemukan target konsumen, produk, dan cara penjualan."  
  • Steve Blank :"Startup adalah sebuah organisasi yang dibentuk untuk mencari model bisnis yang dapat diuangkan dan terukur."


       Bisnis startup muncul sekitar tahun 1998-2000, bertepatan awal krisis ekonomi global. Mulanya, bisnis ini hanya merupakan sebuah usaha untuk jasa dan produk yang dibutuhkan banyak orang. Namun, sejak era dot-com melejit startup menjadi populer. Tak heran jika bisnis startup cenderung dikenal sebagai bisnis yang berbau teknologi, situs, dan internet.

      Merujuk pada definisinya sebagai perusahaan rintisan, perusahaan yang semula dilabeli sebagai startup pun kemudian hari bisa jadi bukan startup lagi. Jika sebuah perusahaan sudah tidak memenuhi kriteria sebagai startup, label startup sudah tidak berlaku pada perusahaan itu lagi.

Sedangkan menurut David McClure, sebuah perusahaan tidak lagi disebut sebagai startup jika tergolong dalam empat poin ini :
  1. Telah selesai merancang produknya dan tidak lagi dalam masa pengembangan.
  2. Telah menemukan target konsumen yang tepat, artinya sudah selesai dalam proses pencarian pasar.
  3. Telah mampu menjual produknya ke konsumen dengan penghasilan yang melampaui batasan sebagai startup.
  4. Telah menjual saham pertamanya ke perusahaan bursa saham.


B. Jenis Startup
Ada beberapa jenis bisnis startup di Indonesia, yaitu :
1. Startup berbasis permainan
Contoh perusahaan rintisan dalam bidang permainan yang pernah lahir:
  • Alegrium (www.alegrium.com)
  • BolaLob
  • Kidalang
  • Maximise Games (www.maximizegames.com)
  • Menara Games (www.menaragames.com)
  • Own Games (www.own-games.com), dll.

2. Startup berbasis edukasi
Berikut sejumlah daftar startup berbasis edukasi:
  • RuangGuru
  • SekolahCoding
  • MejaKita (mejakita.com)
  • KelasKita (kelaskita.com)
  • Duolingo
  • SemuaGuru, dll.

3. Startup berbasis perdagangan : E-Commerce dan Informasi
Startup ini dikelompokkan menjadi dua, yaitu e-commerce dan informasi, E-Commerce dipisahkan lagi kedalam lima bentuk, yakni classifieds/listing/iklan baris, marketplace C2C (Customer to Customer), shopping mall, toko daring B2C (Business to Customer), dan toko daring di media sosial. Berikut daftar startup berbasis perdagangan:
  • Blibli (Blibli.com)
  • Go-Jek
  • Bukalapak
  • Tokopedia
  • Traveloka
  • Lazada Indonesia, dll.


C. Istilah-istilah dalam Startup
Sebelum kita lebih jauh memahami apa itu startup, akan lebih baik jika tahu istilah-istilah yang kerap digunakan dalam dunia startup. Ada beberapa istilah-istilah, sebagai berikut :
  • Akselerator
    Merupakan program yang memfasilitasi sejumlah startup terpilih untuk didukung menjadi lebih baik, dan dibekali teknik mendapatkan investor. Startup terpilih tersebut nantinya akan diberikan bekal pelatihan, bimbingan, mentor profesional, modal awal, dan acara promosi dalam periode terbatas (biasanya 3-4 bulan). Output program ini adalah startup yang lolos akan berkesempatan mendapatkan investor saat demo day.
  • Bootstrapped
    Merupakan istilah bagi sebuah startup yang pendiriannya didanai sendiri oleh sang pendiri startup.
  • Business to Business (B2B)
    Merupakan modal bisnis yang sasaran targetnya bukan individu, melainkan perusahaan atau bisnis lain untuk dapat menggunakan produk atau layanan mereka.
  • Business to Consumers (B2C)
    Merupakan startup yang dilakukan antara pelaku bisnis dengan konsumen, seperti antara produsen yang menjual dan menawarkan produknya ke konsumen umum secara online.
  • Customers to Customers (C2C)
    Merupakan bisnis yang dilakukan antara konsumen dengan konsumen, yaitu perorangan yang menjual barang atau jasanya melalui situs marketplace atau situs jual beli.
  • Demo day
    Merupakan kegiatan mempertemukan para startup dengan para calon investor yang diadakan pada tiap akhir masa inkubasi.
  • Lead Investor
    Merupakan investasi yang memberikan dana investasi paling besar dalam sebuah putaran insvestasi.
  • Pivot
    Merupakan istilah bagi sebuah startup yang di tengah jalan melakukan perubahan strategi karena suatu alasan, namun masih sesuai dengan ide awal mereka. Misalnya, sebuah startup memiliki tiga produk unggulan, namun hanya satu yang laris. Kemudian ia memilih hanya menghadapi satu program tersebut dengan mengubah strategi di langkah awal.


D. Potensi Startup di Indonesia
Ketika kita membicarakan tentang ini, banyak hal menarik awal berkembangnya startup di asia khususnya Indonesia. Lalu, apa yang membuat bisnis startup ini begitu diminati? Ada 3 faktor yang menyebabkan berkembangnya startup di Indonesia, yaitu :
  1. Jumlah Pengguna Internet yang Meningkat
    Menurut survei Asosiasi Penyelenggara Jaringan Internet Indonesia (APJII), sepanjang tahun 2016, ada 132,7 juta dari 256,2 juta orang Indonesia yang terhubung ke internet. Tentu tingginya minat pengguna terhadap internet menjadi pasar yang potensial bagi pebisnis untuk mengembangkan bisnis startup.
  2. Munculnya Kompetisi Usaha Rintisan
    Tanpa tantangan, hidup ini terkadang membosankan. Tapi jika tak bisa mengatasi tantangan tersebut, hidup ini juga akan menjadi menyedihkan. Sama seperti yang terjadi dalam dunia bisnis startup. Makin bertambahnya jumlah pengusaha rintisan, makin banyak pula pihak-pihak yang menyelenggarakan kompetisi seperti Startup World Cup Indonesia, BRI Indocomtech, Festival & Conference. Dengan kompetisi tersebut, mindset orang menjadi tergiur untuk bersaing menjadi yang terbaik.
  3. Berdirinya Komunitas Founder Usaha Rintisan
    Dengan munculnya perusahaan-perusahaan rintisan, maka tumbuh pula komunitas-komunitas yang mewadahinya. Dengan terbentuknya komunitas, setiap pendatang baru punya tempat untuk belajar. Komunitas ini juga memudahkan para founder untuk berbagi ilmu dan bimbing para pendatang, serta menjaring investor.


Nah, kira-kira setelah kamu membaca artikel ini dengan cermat dan memahaminya, apakah kamu mulai berminat untuk mencoba terjun ke dunia bisnis kecil-kecilan?? Silahkan bagi pengalaman startup kamu di komentar, agar orang lain mendapatkan inspirasi dan motivasi dari pengalaman  yang kamu berikan dalam membangun  dunia startup.

Semoga artikel ini bermanfaat buat kamu yang ingin membangun startup mulai dini, agar kelak sudah tidak terkejut lagi ketika menghadapi kesulitan di dunia bisnis.


Sumber Referensi : 
  1. Lauma Kiwe, 2018. Jatuh Bangun Bos-Bos Startup. Yogyakarta: Checklist
  2. rohmah23.wordpress.com

1 komentar :

  1. Terima kasih informasinya, sangat bermanfaat buat pemula yang mau membangun usaha sendiri

    BalasHapus

Dilarang menghina, Promosi (iklan), Menyelipkan Link Aktif, dsb. Dilarang berkomentar berbau Porno, SPAM, SARA, Politik, Provokasi.
Berkomentarlah yang Sopan, Bijak, dan Sesuai Artikel.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *