Perjalanan Wisata Ke Kawah Ijen Dari Bali Ke Banyuwangi



 



Perjalanan Wisata Ke Kawah Ijen Dari Bali Ke BanyuwangiSuatu kebahagiaan ketika mendengar liburan akhir pekan dan mudik pada hari raya Idul Fitri. Bertepatan pada liburan panjang, saya pun diajak sama teman-teman saya untuk berliburan sekaligus berwisata keluar kota, berwisata ke Gunung - Kawah Ijen, namun saya sempat menolak ajakkan tersebut karena saya bukanlah hobi mendaki gunung, ragu untuk ikut, takut jika terjadi sesuatu ketika mendaki gunung, dan ragu jikalau tidak sanggup sampai kepuncak gunung hahaha

Namun, yang namanya teman, usaha dia membujuk tidaklah sampai disitu, malah dibilang "masa liburan hari raya di kos saja", haha.. Sialan memang! Lalu mereka memberi saya kesempatan lagi buat mikir-mikir.
Nah.. Setelah pikir-pikir ada benernya juga, daripada cuma diam di kos, mending menikmati udara segar diluar sekaligus meng-explore alam sekitar, dan akhirnya saya menerima ajakkan temen saya untuk mendaki ke Kawah Ijen. Walaupun sebenarnya bukan pecinta mendaki gunung, setidaknya punya pengelaman mendaki.

Sebelum itu, mari kita mengenal dulu sedikit tentang Gunung Ijen


  • Mengenal Gunung Ijen


Gunung Ijen adalah sebuah gunung berapi yang masih bersifat aktif. Gunung Ijen terletak di perbatasan kabupaten Banyuwangi dan kabupaten Bondowoso, tepatnya di Jawa Timur.
Ketinggian tepi kawah sekitar ±2386 meter dan danau kawah sekitar ±2145 meter. Jadi, untuk mau yang ingin melihat secara dekat danau kawah tersebut, kamu harus turun lagi sekitar ±200 meter dari atas puncak gunung Ijen. Namun perlu diingat, untuk turun menuju kebawah, kamu harus memiliki pelindung hidung yang aman, karena kawah tersebut mengandung racun yang berbahaya.

Nah.. Itulah sedikit tentang mengenai Gunung-Kawah Ijen.


  • Perjalanan Dari Bali ke Banyuwangi
Pada keesokkan pagi, tepatnya pada hari sabtu, 16 Juni 2018. Sekitar pukul 09:00 wita dari lokasi kami berkumpul, kami mulai berangkat menggunakan sepeda motor dari Denpasar ke Pelabuhan Gilimanuk untuk berlabuh menggunakan transportasi kapal ke Pelabuhan Banyuwangi. Jarak tempuh dari Denpasar ke Pelabuhan Gilimanuk memakan waktu sekitar ±2:30 jam menggunakan sepeda motor.

Perjalanan sejauh 124 km tidaklah jarak yang dekat, apalagi jika kondisi saat mengemudi masih dalam keadaan mengantuk, jadi untuk kamu yang ingin berpergian jauh, usahakan untuk menjaga kondisi sebelum berangkat mudik ketempat yang jauh.


Pelabuhan Gilimanuk - Bali


Setelah kami sampai dipelabuhan Gilimanuk dan berangkat menggunakan kapal, akhirnya kami bisa beristirahat untuk beberapa menit sebelum sampai dipelabuhan Banyuwangi dan melanjutkan perjalanan.


Kapal ASDP


Setelah kami sampai dipelabuhan Banyuwangi, kami pun melanjutkan perjalanan menuju Bumi Perkemahan Paltuding yang memakan waktu sekitar 1 jam 30 menit. Bumi Perkemahan Paltuding  ialah sebagai tempat persinggahan dan tempat parkir kendaraan sekaligus tempat start mendaki Kawah Ijen. Seiring perjalanan, suhu dingin pun sudah mulai terasa saat menuju Bumi Perkemahan Paltuding, dan pemandangan gunung-gunung mulai terlihat.



  • Tempat Wisata Dekat Gunung Ijen
Setelah sampai di Perkemahan Paltuding pada sore hari, kami belum diperbolehkan menuju dan mendaki langsung kegunung Ijen, karena peraturan disana, open ticket mulai pukul 01:00 midnight. Mendengar informasi tersebut, dari pada bosan menunggu hingga tengah malam, kami dapat informasi juga dari orang asli sana, ternyata ada tempat wisata lainnya yang dekat dengan Gunung Ijen, seperti Air Terjun dan Kawah Wurung, mendengar informasi tersebut, kami pun tidak menyia nyiakan waktu, kami langsung menuju tempat wisata tersebut untuk mengisi waktu yang ada.





Setelah asik photo-photo dan menikmati indahnya pemandangan disana, matahari pun mulai terbenam. Namun kami kebingungan mencari tempat istirahat karena kami tidak mempersiapkan tenda/kemah sebelumnya, namun untunglah ada terdapat warung disekitar Perkemahan Paltuding. Jadi kami memutuskan untuk mencari tempat istirahat disana, karena disana tidak menyediakan tempat penyewaan tenda/kemah, kami pun jadi bingung untuk mencari tempat untuk istirahat dan tidur, untung saja disana masih ada beberapa warung yang buka 24 jam termasuk pada saat liburan hari raya. Jadi kami meminta ijin  untuk ikut istirahat di warung hingga menunggu pukul 01:00 midnight.

Pada malam hari, suhu dingin makin meningkat, dari berita yang saya temukan di search google,  bahwa suhu dari bawah puncak Gunung Ijen bisa mencapai sekitar ±14º celcius, sedangkan dari atas puncak Gunung Ijen bisa mencapai ±2º celcius pada malam hari. Kebayangkan dinginnya seperti apa

Seiringnya waktu berjalan, tepat pukul 01:00, tiket masuk mendaki akhirnya dibuka, banyak kalangan dari anak-anak, remaja, dewasa hingga orang tua, dari orang lokal maupun orang mancanegara yang sangat antusias untuk mendaki gunung Ijen. Setelah saya melihat hal itu yang pertama kalinya dipendakian, ternyata sungguh luar biasa antusiasnya, bisa disebut para "Pecinta Alam".



  • Tiket Masuk Gunung Ijen
Bagi kamu yang ingin mendaki ke Gunung Ijen, ada beragam harga tiket dari harga untuk lokal sampai mancanegara, sebagai berikut :
  • Lokal (domestik) : Rp 7.500
  • Mancanegara (non domestik) : Rp 100.000

*Note : Harga tiket diatas adalah harga normal, namun harga dapat berubah sewaktu-waktu.



  • Detik-detik Pendakian Kawah Ijen
Informasi buat kamu yang masih belum membeli perlengkapan mendaki, disana telah menyediakan  berbagai persiapan perlengkapan untuk mendaki, mulai dari syal, masker, sarung tangan, headlamp/senter, kupluk dan sebagainya.

Setelah kami membeli tiket masuk dan kami sudah siap, kamipun langsung mendaki Dalam perjalanan yang gelap, suhu dingin naik dan penuh debu belerang sehingga menimbulkan batuk dan kadang tenggorokan mulai kering. Diperjalanan sekitar beberapa meter, kita akan menemukan beberapa spot untuk tempat istirahat, dan untuk dipertengahan gunung, ada 1 spot dan jadi satu-satunya warung yang menyediakan makanan dan minuman.
Saya sempet sampai bingung kok ditempat dingin, gelap dan penuh belerang ada aja yang jualan disekitar menuju gunung, mana hanya ada 1 warung hehehe

Dengan keadaan gelap, kedinginan, mata perih, bibir kering serta kelelahan. Saya dan teman-teman saya sampai terpisah ketika mendaki gunung, terutama saya yang baru pertama kalinya mendaki gunung dan kurangnya persiapan yang matang dari jasmani, mengakibatkan gampang lelah. Kami terpisah semakin jauh sehingga saya tidak dapat melihat mereka lagi karena gelap gulita, saat saya berhenti istirahat sendirian, sempat terpikir ingin menyerah dan ingin balik kembali keperkemahan.

Namun, entah kenapa hati saya mulai terapresiasi setelah melihat banyaknya orang-orang yang masih bersemangat mendaki gunung hanya untuk melihat pemandangan yang indah, mulai dari anak-anak sampai orang tua. Banyaknya antusias yang mendaki, membuat saya bertekad dan tidak ingin mudah menyerah begitu saja, dan akhirnya saya melanjutkan perjalanan saya dengan semangat, walaupun banyak rintangan yang dihadapi dan walaupun sering berhenti sesaat untuk istirahat dan melanjutkan perjalanan kembali.





Berjam-jam saya mendaki gunung sendiri dan melewati banyak rintangan dengan keadaan mulai sekarat oksigen, namun akhirnya saya bisa sampai tujuan tepatnya di puncak Kawah Ijen. Memang benar kata orang, semua itu dapat kita lalui jika kita berusaha, bersemangat dan percaya diri.

Walaupun saya sudah sampai dipuncak, ternyata saya belum juga menemukan teman-teman saya hahaha
Ya sudahlah, yang penting sudah naik kepuncak dengan selamat. Terima kasih Tuhan



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Dilarang menghina, Promosi (iklan), Menyelipkan Link Aktif, dsb. Dilarang berkomentar berbau Porno, SPAM, SARA, Politik, Provokasi.
Berkomentarlah yang Sopan, Bijak, dan Sesuai Artikel.